Halong Bay, Tempat Naga-naga Bersemayam.

31 October 2012 § 16 Comments

Halong Bay VietnamAlkisah di jaman dahulu, bangsa Vietnam yang tengah terancam oleh pasukan Cina, memanjatkan doa, memohon keselamatan. Para dewa di surga yang mendengar doa mereka lalu mengirimkan naga-naga ke Bumi. Naga-naga tersebut kemudian memuntahkan batu-batu zamrud dan permata ke dalam laut. Batu-batu tersebut secara ajaib tumbuh menjadi pulau-pulau kecil yang menjulang tinggi, menciptakan benteng alam yang menahan laju armada Cina. Setelah berhasil melaksanakan tugas tersebut, naga-naga itu memutuskan untuk menetap di wilayah perairan yang kini disebut Halong Bay.

Berangkat dari Hanoi
Saya melihat poster besar Halong Bay saat kami tiba di bandara No Bai, Hanoi. Mata Anton, teman saya berbinar-binar, raut wajahnya seperti memancarkan kegembiraan karena kami hanya butuh selangkah lagi untuk bisa berada disana. Kami lalu menaiki sebuah minibus menuju kota Hanoi dari depan bandara.

Halong Bay merupakan salah satu obyek wisata andalan Vietnam yang terdaftar dalam Situs Warisan Dunia. Sebagian besar wilayahnya berupa lautan yang dipenuhi pulau beraneka bentuk dan ukuran. Banyak diantara pulau tersebut yang belum memiliki nama.

Keunikan Halong Bay terpahat melalui serangkaian proses alam yang terjadi selama ratusan tahun. Teluk dengan luas sekitar seribu lima ratus km2 ini menjadi rumah dari beragam spesies flora dan fauna, beberapa diantaranya adalah spesies endemik.

Ada banyak operator wisata di Hanoi yang menawarkan paket Halong Bay. Hampir setiap penginapan dapat menyiapkan perjalanan ke sana. Besar kecilnya biaya bergantung pada jumlah hari dan jenis kapal yang akan membawa kita mengarungi Halong Bay. Kami lalu sibuk tawar menawar harga dengan resepsionis hostel tempat kami menginap. Karena keterbatasan waktu, kami memilih paket dua hari satu malam saja. Kapal yang kami pilih pun tergolong sederhana, tidak terlalu mewah.

Kami diminta untuk stand by tepat pukul delapan pagi di hari berikutnya, sebuah minibus akan datang untuk menjemput kami. Minibus berkapasitas 24 penumpang ini mengunjungi beberapa penginapan, menjemput penumpang lain sebelum akhirnya melaju menuju Halong Bay.

Selain berwisata bersama rombongan turis lain dari Hanoi, sebenarnya Anda bisa saja pergi menginap di kota Halong lalu mencari operator wisata disana. Bahkan ada juga layanan Private Tour bila anda lebih suka berwisata secara eksklusif, tetapi pastinya lebih menguras kantung. Hal ini serupa dengan perjalanan ke sebuah taman nasional di bagian barat pulau Jawa, dimana eksplorasi melewati jalur air, terasa lebih murah saat dilakukan bersama rombongan.

Di dalam bis kami ditemani seorang pemandu wisata bernama Chen. Bahasa Inggrisnya kadang agak sulit dimengerti, namun ia cukup komunikatif dengan “klien-klien”nya yang berasal dari manca negara.

Mengarungi Halong Bay
Dua jam kemudian kami sampai di tujuan. Para penumpang turun dan diminta mengumpulkan paspor dengan alasan administrasi kepolisian. Pelabuhan Halong terlihat ramai oleh kendaraan dan turis yang berlalu lalang. Di sepanjang jalan menuju dermaga terdapat deretan kios yang menjual bermacam makanan dan suvenir.

Chen lalu membagi-bagikan karcis dan mengajak kami memasuki dermaga. Di hadapan kami terpampang begitu banyak kapal kayu berwarna coklat yang tengah bersandar. Kapal kami berada agak jauh dari dermaga. Untuk naik ke kapal, kami harus menaiki sebuah kapal kecil terlebih dahulu.

Bau asap menyergap, dari aromanya, saya menduga bahwa setiap kapal disini menggunakan solar sebagai bahan bakar. Saya pernah membaca artikel mengenai pencemaran di Halong Bay, terkait dengan sampah yang dibuang awak kapal. “There are hundreds”, jawab Chen, saat saya menanyakan jumlah kapal yang hilir mudik di kawasan ini.

Kapal kayu yang kami naiki memiliki tiga lantai. Lantai pertama diisi oleh awak kapal, lantai kedua berisi kamar penumpang dan lantai ketiga berisi ruang makan, mini bar dan sedikit kamar penumpang. Di atas ruang makan terdapat ruang terbuka yang dilengkapi kursi-kursi panjang untuk berjemur atau bermalas-malasan sambil menikmati pemandangan. Bilik nahkoda berada di bagian depan kapal, bentuknya kecil dengan atap bergaya tradisional, sepintas malah tampak seperti wartel.

Suasana terasa hangat dan menyenangkan saat kapal mulai bergerak perlahan. Chen menjelaskan obyek yang akan kami sambangi sambil membagi-bagikan kunci kamar. Salah satu hal yang agak mengganggu hanyalah awan putih yang setia menutup langit biru. Walaupun begitu saya dan Anton tetap menekan shutter sepanjang perjalanan.

Thien Cung Grotto
Obyek yang pertama yang kami datangi adalah sebuah goa bernama Thien Cung. Kapal kami membuang sauh jauh dari pantai lalu kami kembali menaiki kapal kecil menuju dermaga.

Dihadapan kami menjulang sebuah pulau dengan tebing batu yang curam. Tampak sebuah jalan setapak menanjak yang diisi barisan turis yang berkelok mendaki tebing, lalu hilang dibalik rimbunnya dedaunan. Di bagian lain tebing, barisan turis kembali terlihat, seolah-olah keluar dari dalam tebing.

Ada beberapa goa yang dijadikan obyek wisata di Halong Bay, bentuk-bentuk stalaktit dan stalakmit yang indah dipadu dengan penataan cahaya yang indah menjadi daya tarik tersendiri. Goa terbesar di kawasan ini adalah Hang Dau Go, namun operator wisata tidak memasukkannya dalam paket yang kami pilih.

Akhirnya saya dan Anton memasuki bagian mulut goa, kami takjub dengan kemegahannya, secara otomatis tangan kami memasang tripod dan mengambil sudut-sudut yang menarik. Kamera saya pasang pada ISO 100 untuk meminimalkan noise, mode aperture priority dengan bukaan 22 untuk ruang tajam yang luas, dan self timer untuk meminimalkan getaran. Walaupun kadang terasa berat saat dibawa berkeliling, tripod amat berguna pada situasi minim cahaya seperti ini.

Udara terasa sejuk selama kami berada didalam goa, jalan setapak yang turun naik dan berkelok mengajak kami menikmati keindahan lekuk-lekuk goa. Sementara kami lebih sering berhenti untuk mengumpulkan gambar, pengunjung lainnya terus berlalu di belakang kami.

Chen menyebutkan ada dua buah goa di pulau ini dan saya lupa bahwa rombongan kami hanya memasuki satu goa saja. Hal ini membuat saya sempat tertinggal dari rombongan dan salah mengambil jalan kembali ke kapal. Alih-alih bertemu rombongan, saya justru tersasar memasuki goa lain bernama Dan Vien.

Salah satu konsekuensi dari mengikuti tur bersama adalah ketepatan waktu. Saya merasa tidak enak saat tiba di kapal, karena penumpang yang lain sudah menunggu saya sejak tadi. Chen mengatakan kami sudah telat untuk melakukan kayaking dan dia memutuskan untuk memindahkan acara kayaking keesokan harinya. Hmm …

Nahkoda lalu membawa kami menuju suatu tempat yang dikelilingi pulau-pulau kecil, dimana kapal-kapal lainnya sudah membuang sauh, tampak seperti siap untuk beristirahat. Chen mengajak kami untuk terjun ke laut. Kelompok turis asal Inggris membuka baju, terjun ke dalam air yang sejuk. Sementara awak kapal tampak pergi dengan kapal kecil, mungkin membeli kebutuhan dapur.

Seorang pedagang dengan perahu yang dipenuhi bermacam snack dan minuman datang mencari pembeli sambil berkata “Wine, Sir, cheaper than boat”. Memang, harga barang yang mereka tawarkan lebih murah daripada yang dijual di atas kapal. Saat kami berada di dermaga tadi siang, kami melihat dua orang tengah melompati pagar tanpa sepengetahuan petugas. Mereka membawa botol-botol minuman.

Kayaking
Jam menunjukkan pukul lima subuh saat saya terbangun. Penumpang dan awak kapal masih berada dalam kabin masing-masing. Berbeda dengan dengan langit di Jakarta, langit di sini tampak sudah terang. Saya turun ke haluan dan menikmati Halong Bay yang masih dingin dan sunyi. Saya memuaskan diri menghirup udara segar sambil menunggu penumpang yang lain bangun.

Tepat pukul enam, rombongan kami berangkat dengan kapal kecil mengambil kayak di tempat penyewaan. Tidak semua penumpang kapal mengikuti perjalanan ini. Mungkin bagi beberapa turis asing, bangun pukul enam terasa terlalu pagi. Saat Chen mengumumkan pemindahan jadwal kayaking tadi malam, beberapa orang merasa keberatan. Apalagi sarapan baru disiapkan pukul delapan.

Kami mengambil kayak di sebuah kampung kecil yang mengapung di atas balok-balok kayu. Di sekitar dermaga banyak kapal wisata tengah bersandar. Rupanya ini tempat awak kapal membeli barang-barang kebutuhan. Saya melihat beberapa tong plastik besar yang berisi ikan, kepiting dan sotong yang masih hidup.

Sebuah kayak hanya memuat dua orang penumpang saja. Saya dan Anton segera memilih jaket pelampung, helm dan dayung. Tidak lama kemudian kami sudah berada di atas kayak, mencoba mendayung secara bersamaan. Kami semua beriringan mengikuti Chen.

Kami mendayung sejauh hampir satu kilometer, melewati tebing-tebing yang berdiri menjulang dari dalam lautan. Beberapa ubur-ubur berenang di kiri kanan kayak. Dari urutan terdepan, kami sekarang berada di urutan buncit. Lapar, kurang pemanasan, dan yang pasti: kami memang bukan atlit dayung.

Akhirnya kami tiba dimulut sebuah goa yang hanya bisa dilalui saat permukaan air surut. Kami lihat Chen tengah membeli karcis di sebuah pos apung, sementara dua orang petugas kebersihan terlihat tengah mengumpulkan sampah.

Setelah melewati “gerbang” tadi, kami tiba di sebuah tempat terbuka yang luas. Kayak-kayak lainnya tengah diam, rupanya mereka sedang memperhatikan sekelompok monyet berwajah merah. Kelompok primata ini tampak sedang bermain di antara pepohonan yang tumbuh di tebing curam. Sebuah panggung kayu tempat meletakkan buah berada di hadapan kami.

Rupanya, itu sajalah atraksi yang dapat kami saksikan lewat program kayaking ini. Kami lalu kembali menuju ke dermaga untuk mengembalikan kayak. Dalam hati saya merasa kurang puas dan ingin menjelajah lebih jauh lagi dengan kayak.

Cat Ba Island
Setelah kami mandi dan melahap sarapan, Chen memberikan pengumuman bahwa penumpang yang sudah mendaftar untuk program tiga hari dua malam akan dijemput dengan kapal menuju Pulau Cat Ba, sementara penumpang lainnya, tetap berada di kapal dan akan diantarkan kembali ke Hanoi.

Cat Ba adalah pulau terbesar di Halong Bay, sebagian areanya merupakan taman nasional. Pada tahun 2004 pulau ini ditetapkan sebagai UNESCO Biosphere Reserve dan menjadi rumah bagi satwa langka, Langur berambut emas.

Di pulau ini terdapat suaka alam, hotel dan fasilitas wisata lainnya. Kegiatan yang biasa dilakukan di pulau ini misalnya trekking, berkeliling dengan sepeda dan kayaking. Pulau ini juga dapat dicapai dengan kapal ferry dari Kota Halong.

Setelah menurunkan penumpang ke pulau Cat Ba, perahu kembali bergerak menuju Kota Halong. Sekitar pukul dua belas siang kami sudah berada di dermaga kembali. Minibus sudah menunggu, siap mengantarkan kami kembali ke Hanoi.

Waktu memang tidak bisa ditawar, kami harus pandai meramu rutinitas deadline, sisa cuti dan tiket low-budget. Walaupun terasa singkat, perjalanan ke Vietnam terasa belum lengkap bila belum mengunjungi teluk tempat naga-naga bersemayam.

—————————————————————————————————————–

Tips:

  1. Vietnam memiliki dua musim, mereka menyebutnya summer (mei-oktober) yang dibagi menjadi hot and rainy summer, dan winter (November-april) yang dibagi menjadi cool and dry winter. Waktu terbaik mengunjungi Halong bay adalah sekitar bulan Desember hingga Februari dimana curah hujan rendah dan udara tidak terlalu panas.
  2. Bawalah tripod saat mengunjungi Halong Bay agar bisa mengabadikan keindahan goa secara maksimal. Saya bepergian tanpa menggunakan bagasi untuk menekan biaya. Saat hendak meninggalkan Vietnam, seorang petugas bandara sempat mempermasalahkan ukuran tripod yang saya jinjing. Mungkin lain kali saya akan menyimpan tripod yang lebih kecil dan kokoh, di dalam ransel.
  3. Selama di atas kapal, kami mendapatkan jatah makan tiga kali sehari. Untuk penghematan, kami sengaja menyimpan makanan kecil, roti dan minuman mineral yang kami bawa dari Hanoi, di dalam ransel saja.
  4. Untuk mendapatkan salah satu spot untuk fotografi landscape di Halong Bay, pilihlah operator wisata yang memasukkan Pulau Titov ke dalam program wisatanya. Selain memiliki pasir berwarna putih, pulau ini memiliki menara pandang 360 derajat di puncaknya.

Tanggal perjalanan: Mei 2010.

Tagged: , , , , ,

§ 16 Responses to Halong Bay, Tempat Naga-naga Bersemayam.

  • fanny f nila says:

    mas iwan, saya planning k halong nih dec ini… nah, klo diliat2 dr website, harga paket tur halong cruise lumayan mahal tuh.. yg budget cruise aja bisa USD 107 per org… saya udh coba2, utk 3D2N, pake budget cruise , berdua, USD 398… menurut mas Iwan, bgusan saya deal dr website, ato dr hotel sesampainya disana ya?beda harganya jauh ga?

    • iwan says:

      Menurut saya, lebih aman kalo kamu memilih tour sesudah sampai di hotel. Mereka biasanya punya brosur dengan foto kapal yang akan digunakan dan ittinerary. Fanny bisa tawar-menawar di tempat. Buat tamu yang menginap di hotel/guesthouse, biasanya ada discount buat tour ke HLB. Selama pergi ke HLB, Fanny bisa tanya resepsionis untuk titip ransel atau barang2 lain yang kira-kira bisa dititip. Jadi kamu nggak perlu bayar kamar selama pergi ke HLB, fasilitas ini biasanya gratis buat tamu. Beri tahu kapan kembali supaya mereka siapkan kamar untuk kamu setelah selesai muter2 di HLB. Harga makanan/minuman di kapal agak mahal, kamu bisa menyembunyikan air mineral dalam tas. Semoga lancar ya🙂

  • Mas, mau tanya lagi, kemarin selama di HCMC atau Hanoi mas pakai blackberry gak ya? kalau iya pakai provider apa? Telkomsel atau XL ada gak sih yg kerjasama sama provider lokal disana? thanks

    • iwan says:

      Halo mbak, maaf lama balesnya nih. Sampai sekarang saya pakai android, belum pakai BB. Sebelum berangkat, biasanya fitur free roaming di simcard telkomsel diaktifkan (telpon providernya), setelah diaktifkan, biasanya hp secara otomatis menggunakan jaringan lokal di negara ybs saat mendarat di bandara. HP biasanya cuma digunakan untuk sms saja biar hemat.

  • dedek lesmana says:

    mas kebetulan kalo gak ada halangan akhr tahun ini saya berangkat ke hanoi dengan ala backpaker, beri tahu dong tips2 apa saja agar saya bisa mendapat kan perjalanan yang murah disana. terimakasih ya mas.

  • ichakhairisa says:

    Hai, Mas thanks banget info-infonya, saya sudah berhasil ke Vietnam, Ha long Bay April lalu dengan selamat dan have unforgettable moment menginap di salah satu kapal disana.

    Salam backpacker…

    • iwan says:

      Wah, ikut seneng kalau begitu mbak, foto-fotonya blum sempet diupload ke blog, ya? Oya, selamat buat engaged-nya ya🙂

  • Ferdian says:

    Hai mas iwan, reviewnya informatif sekali. Boleh tanya ya mas. Saya biasa reservasi hotel dari Indonesia. Nah ada jawaban dari mas Iwan untuk mbak fanny diatas bahwa kita bisa berhemat biaya hotel dengan menitipkan barang. Apakah berlaku jika kita menginap di halong bay (2 day tour)? Berarti kita reservasi dari Jakarta untuk misal hari I dan hari III saja ya? Saya sudah pernah ke Saigon,Dalat dan Mui Ne. Selama ke kota2 tersebut,saya memakai jasa Sinh Tourist yang katanya terpercaya di Vietnam. Saya reservasi tur2nya ketika sampai di Vietnam. Apakah mas Iwan menggunakan jasa Sinh Tourist?atau memakai tur lain?apakah lebih murah? Apakah juga bisa dipercaya? Pertanyaan terakhir nih mas, apakah Maret atau April masih merupakan saat yang baik untuk ke Hanoi dan Ha long? Saya inginnya tidak hujan,tidak panas tapi juga tidak terlalu dingin,hehehe banyak maunya yaa..
    Oke deh mas Iwan, mohon maaf sebelumnya kalau tlalu banyak pertanyaan. Terima kasih banyak atas waktunya.

    • iwan says:

      Salam kenal mas,
      Untuk menitipkan barang saat mengambil 2 day tour, harusnya nggak masalah buat pihak hotel, banyak turis yang nitipkan barang di penginapan selama pergi ke Halong. Mengenai reputasi Sinh Tourist, saya kurang tahu mas. Paket ke Halong memang bervariasi. Semakin mahal, penampilan dan servis kapalnya semakin bagus. Kalau mas punya budget lebih, nggak ada salahnya ambil kapal yang lebih baik. Hotel di Hanoi umumnya sudah bekerjasama dengan operator wisata di Halong Bay, mereka punya banyak paket dengan harga yang bisa disesuaikan dengan budget kita. Bila ingin mengintip cuaca di Hanoi atau Halong, mungkin bisa cek disini: http://www.accuweather.com/en/vn/hanoi/353412/weather-forecast/353412 atau http://www.weather.com/weather/tenday/Hanoi+Vietnam+VMXX0006.🙂

  • Evi says:

    hallo,
    Blog nya sangat informatif. Saya rencananya april 2014 mau ke Hanoi. Mohon infonya apakah dari bandara ada akomadasi yg terpercaya ke kota. Atau ada yang pernah booking hotel dengan fasilitas antar jemput bandara? Karna rencannya yg pergi saya dan temen yg sama2 perempuan.

    Thanks

  • Danil says:

    Halo mas iwan, nama saya Danil. Saya mau ke Halong Bay April 2014 nanti.
    Saya mau ambil tour 2 hari di Halong Bay dengan mencari tour langsung dari Hotel di Hanoi.
    Rencana saya yaitu hari ke-1 brangkat pagi dari Hanoi ke Halong dan menginap semalam didalam kapal. LaIu hari ke-2 pulang kembali ke Hanoi.
    Tapi saya bingung di hari keduanya, karena saya harus naik pesawat sore harinya jam 5 untuk pulang ke Jakarta. Bisakah bisnya dari Halong Ke Hanoi tiba di airport jam 3 an siang karena saya harus mengejar pesawat? Mohon infonya. Terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Halong Bay, Tempat Naga-naga Bersemayam. at Jalan Lagi Jalan Lagi.

meta