Mengunjungi Kek Lok Si, Kuil Buddha di Penang

Kek Lok SieApa saja ya, alasan yang bisa dikumpulkan untuk berwisata ke Pulau Penang? Pertanyaan tersebut tentu saja mudah dijawab bagi kita yang gemar melakukan perjalanan sambil memotret. Apalagi bila anda tertarik untuk mengambil foto bernuansa arsitektur China berusia puluhan tahun, pulau ini bisa memberikan anda kesempatan untuk melakukannya.

Saat sebuah maskapai penerbangan membagi-bagikan kursi gratis, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Apalagi ada tanggal merah yang jatuh pada hari senin. Ongkos transportasinya cukup murah karena yang perlu saya bayar hanya pajak bandara dan asuransi, saya sengaja membawa tas tidak melebihi berat standar untuk menjaga pengeluaran.

Sudah lama saya ingin untuk datang ke pulau ini. Penang adalah sebuah pulau di pesisir barat Semenanjung Malaysia yang pernah menjadi pusat perdagangan di Selat Malaka pada zaman pendudukan Inggris di Malaysia. Pada 1786, Sultan Kedah meminjamkan Penang sebagai barter atas perlindungan Inggris kepada Kedah dari ancaman Siam dan Burma. Inggris lalu menjadikan Penang sebagai basis angkatan laut dan tempat bersandar bagi kapal-kapal dagangnya. Penang menjadi daerah koloni pertama Inggris di Asia Tenggara.

Sarat Bangunan Bersejarah
Penang banyak memiliki bangunan tua yang disainnya dipengaruhi oleh beragam kebudayaan seperti Melayu, Cina, Myanmar, Thailand, India dan Inggris. Semua informasi mengenai Penang saya dapatkan dari internet dan seperti biasa, saya mempelajari jalan-jalan dan lokasi wisata dari software google earth.

Georgetown merupakan kota paling ramai dikunjungi turis di Penang dan memiliki banyak bangunan bersejarah termasuk kuil-kuilnya. Namun, ada juga beberapa kuil bersejarah yang terletak jauh dari Georgetown, misalnya saja kuil Buddha Kek Lok Si dan Wat Chayamangkalaram.

Namun tidak semua situs wisata di Penang berbau religius. Bila anda tertarik untuk mengunjungi lokasi wisata bertema alam, cobalah untuk melihat beragam flora di Botanical Garden, menengok koleksi serangga di Butterfly Farm, melihat aneka burung di Penang Bird Park, atau trekking dan kemping ke Pantai Kerachut di Penang National Park.

Kuil Menawan di Kaki Bukit
Di antara beragam rumah ibadah di Pulau Penang, Kek Lok Si adalah yang paling menarik minat saya. Kuil Buddha terbesar di Asia Tenggara ini mulai dibangun sejak 1890. Pembangunannya diawali dari impian seorang pendeta Buddha bernama Beow Lean yang berasal dari China untuk memperkenalkan agama Buddha secara lebih luas dengan membangun sebuah biara di daerah perbukitan Ayer Itam, Penang.

Ketaatan dan pengabdiannya untuk mengajarkan agama  membuatnya diangkat menjadi kepala biara pertama di Kek Lok Si. Dengan dukungan para biarawan dan konsulat China di Penang, pembangunan Kek Lok Si pun dimulai.

Dari kaki bukit, kuil ini sudah membuat saya penasaran. Kesan pertama yang saya tangkap, kompleks kuil ini terlihat luas dan memiliki banyak bangunan menarik. Kuil ini menghadap ke arah timur sehingga waktu terbaik untuk mengabadikannya adalah di pagi hari.

Setelah melepas kasut (kata Melayu untuk alas kaki), saya memasuki bangsal pertama. Hari masih pagi sehingga belum ada pengunjung yang datang untuk berdoa, hanya beberapa biarawati tengah melakukan rutinitas. Kuil ini memiliki beberapa aula yang luas untuk berdoa, didalamnya terdapat beberapa patung Buddha berwarna emas.

Di hadapan patung-patung itu, terdapat banyak lilin berwarna kuning yang berada didalam wadah yang terbuat dari kaca. Rupanya tiap lilin itu mewakili doa dari pengunjung yang datang. Jadi kita bisa membeli lilin tersebut di pintu masuk sambil menuliskan keinginan kita di secarik kertas. Para biarawan lalu akan menaruh lilin di atas meja yang terletak dihadapan patung-patung Buddha dan mendoakan agar harapan kita terkabul.

Bangunan lain yang unik di kek Lok Si adalah Pagoda Sepuluh Ribu Buddha yang berusia sekitar 79 tahun. Pagoda berwarna kuning ini memiliki tujuh buah lantai dan arsitekturnya dipengaruhi oleh beberapa aliran. Bagian bawahnya menampilkan gaya arsitektur China, dibagian tengahnya bergaya Thailand dan dimahkotai atap bergaya Burma.

Tentu saja saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk naik ke atas pagoda. Saat itu Kek Lok Si mulai ramai dikunjungi wisatawan lain. Walaupun langkah saya tidak secepat dan selebar turis-turis bule, akhirnya saya sampai juga di lantai tertinggi. Saya melihat di beberapa lantai terdapat patung-patung Buddha. Dari atas pagoda saya bisa melihat hampir seluruh kompleks kuil.

Di sebelah pagoda ini terdapat sebuah lonceng besar, anda bisa membunyikannya dengan mengayunkan sebilah balok kayu besar yang tersedia didepan lonceng. Sebuah bangsal lainnya berdiri megah di samping Pagoda, dinding luarnya dipenuhi ukiran dan atapnya ditopang empat pilar besar berwarna abu-abu, penuh ukiran berbentuk naga yang indah. Sementara itu dinding-dinding bangsal bagian dalam dipenuhi oleh lukisan-lukisan buatan tangan, bercerita mengenai kisah-kisah Sang Buddha.

Patung Dewi Kwan Im
Saya melanjutkan perjalanan ke bagian lain kuil. Saya membeli sebotol air mineral yang dijual di toko yang penuh dengan beragam cenderamata. Sambil beristirahat sejenak saya memperhatikan seorang biarawan yang tengah melayani pengunjung yang hendak membeli lilin untuk mengirimkan doa. Seorang biarawan lain tengah asyik menulis kaligrafi China diatas sepotong keramik. Sayang saya tidak bisa memotret biarawan itu karena ada peraturan yang melarang untuk mengambil gambar biarawan di kompleks ini.

Untuk bisa mencapai patung Dewi Kwan Im, kita bisa mengambil jalan menanjak atau langsung menggunakan lift yang mengantar kita ke atas. Tarif tiketnya, 4 RM untuk perjalanan naik turun. Bagi yang memiliki kendaraan bisa langsung membawanya ke lahan parkir yang tersedia di atas. Setelah pintu lift terbuka, saya bergegas menghampiri patung sang dewi.

Patung Dewi Kwan Im yang selesai dibangun pada tahun 2002 itu, menjulang setinggi tiga puluh meter. Tangan kirinya menyimbolkan meditasi, yaitu seluruh jari dalam posisi terbuka, kecuali ibu jari dan jari tengah yang bertemu, membentuk huruf O. Sementara tangan kanannya memegang guci yang tengah mengalirkan air, sumber kehidupan bagi manusia. Lapisan terluar patung terbuat dari perunggu dan bagian dalamnya ditopang oleh kerangka besi yang kokoh. Patung Dewi Kwan Im yang sebelumnya, terbuat dari batu dan terbukti tidak kuat menahan angin badai yang datang setiap tahun. Dihadapannya terlihat beberapa umat yang menyalakan dupa dan menghaturkan sembah.

Mengunjungi kuil sedikit banyak telah memberikan perasaan tenang dan damai. Perjalanan ini seperti oasis ditengah hiruk pikuk rutinitas sehari-hari. Pengunjung Kek Lok Si pun datang silih berganti, memohon berkat dan mengucapkan syukur atas kehidupan mereka. Hingga saat ini pembangunannya masih terus berjalan. Kuil yang juga disebut Temple of The Supreme Bliss atau kuil kebahagiaan terbesar ini terus mendapatkan bantuan finansial dari umatnya yang seolah tidak pernah berhenti mengalir.

Saat saya mengunjungi kuil ini, mereka terlihat tengah membangun beberapa pilar di sekitar patung Dewi Kwan Im. Saya dengar dari seorang biarawan, pilar-pilar itu nantinya akan menyangga sebuah atap bergaya China berbentuk lingkaran, memayungi patung sang dewi.

Tempat Menginap
Bagi anda yang berminat mengunjungi Penang, ada banyak penginapan murah di Georgetown. Carilah penginapan di sekitar jalan Lebuh Chulia. Banyak wisatawan dari Eropa “melarikan diri” dari musim salju dan memilih traveling ke asia hingga musim dingin berakhir. Mereka tampak hilir mudik di trotoar-trotoar Georgetown.

Bila yang anda cari adalah penginapan yang bebas dari kebisingan dan lalu lalang kendaraan, cobalah masuk ke lorong love lane, ada beberapa guesthouse dengan biaya murah disana. Namun hanya satu-dua saja yang menyediakan dormitory (kamar dengan beberapa tempat tidur, bercampur dengan pengunjung lain), selisih harganyapun tidak terpaut jauh dengan personal room. Untuk dormitory biayanya sekitar 15 RM sementara untuk personal room sekitar 18 RM per hari.

Dari Lebuh Chulia, situs-situs wisata bisa dicapai cukup dengan berjalan kaki saja. Misalnya saja benteng Inggris Fort Cornwalis, Klenteng Kwan Yim, Kuil Hindu Sri Mariamman, Masjid Kapten Keling, Gereja St. George, rumah yang sarat dengan sejarah etnis China seperti Khoo Kongsi dan Cheong Fat Tze Mansion, Museum Penang, dan lain sebagainya. Jarak situs-situs ini maksimal sekitar satu kilometer saja dari jalan Lebuh Chulia.

Entah mengapa, saya selalu tertarik untuk mengunjungi lokasi wisata di pulau kecil. Mungkin secara bawah sadar, pulau kecil memberikan kesan tertentu: lebih cepat dijelajahi, tidak sesak oleh manusia, dan jauh dari aturan. Apapun alasannya, Penang telah memberikan saya pengalaman mengunjungi tempat ibadah agama lain, selain menunjukkan perdamaian antara para pemeluk kepercayaan yang berbeda, di suatu pulau kecil, di seberang sana.

Tips & Info:

  • Kunjungilah Penang di saat-saat terbaik, misalnya saat Tahun Baru Cina. Penang terlihat meriah, didominasi oleh berbagai macam hiasan berwarna merah dan kuning, baik siang maupun malam.
  • Terdapat dua terminal bis di Georgetown, yaitu terminal bis Komtar (berada di pusat kota) dan terminal Jeti (berada di sebelah dermaga ferry). Untuk mencapai Lebuh Chulia dari airport, ambil bus no 401 atau 401A. Tarifnya 2 RM dan waktu yang dibutuhkan sekitar satu jam saja.
  • Untuk mencapai Kek Lok Si, dari Lebuh Chulia naiklah bus no 201 atau 203. Tarifnya juga sekitar 2 RM saja. Dari kaki bukit Anda masih harus berjalan kaki sekitar 1 kilometer ke atas.
  • Dari kaki bukit anda bisa menaiki taksi menuju Kek Lok Si, dengan argo normal tarifnya sekitar 3 – 5 RM.
  • Dari Kek Lok Si anda bisa mengunjungi Bukit Bendera, tempat tertinggi di Pulau Penang. Jaraknya dari Kek Lok Si sekitar 2 kilometer ke utara. Dari bawah bukit, terdapat stasiun kereta yang mengantarkan anda ke puncak Bukit dengan biaya 6 RM pp. Dari atas anda bisa melihat ke penjuru Penang. Kebetulan di atas terdapat beberapa fasilitas turis seperti teropong, penginapan, restauran, tempat ibadah, dsb.
  • Sekitar 10 kilometer dari Kek Lok Si ke bandara, terdapat Snake Temple. Snake Temple merupakan kuil Buddha yang unik, karena sejak dahulu dipenuhi oleh viper, sejenis ular berbisa yang tidak lagi agresif. Asap dupa dipercaya telah merubah perangai mereka. Bagi anda yang takut dengan ular, anda tidak perlu mengunjungi tempat ini, lho. Bus 401 dan 401A melewati kuil ini, anda hanya perlu berjalan kaki sedikit lagi.
  • Untuk penukaran mata uang, saya membawa sedikit Ringgit dari Jakarta. Lalu setibanya di Bandara Penang saya menukarkan lebih banyak Rupiah ke Ringgit. Begitu juga saat kembali ke tanah air, di Bandara Soekarno-Hatta, saya kembali menukarkan Ringgit ke Rupiah. Hal ini ternyata memberikan nilai tukar yang lebih baik bagi saya.

Tanggal Perjalanan: Juni 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s